Sabtu, 13 Juli 2013

Ketua DPRK Nagan Raya : Mereka Bukan Pengawal Saya


SUKA MAKMUE - Tiga hari membiarkan kasus penyiksaan terhadap Riki dan Fadil menjadi misteri, Samsuardi alias Juragan akhirnya angkat bicara. Menurutnya, kelompok yang diduga terlibat aksi penculikan dan penganiayaan terhadap dua pemuda yang yang merupakan teman satu SMP istrinya, Maya Purnama Sari, itu bukanlah pengawal pribadinya.

Samsuardi yang menjabat Ketua DPRK Nagan Raya itu, saat ditanyai Serambi, Jumat kemarin, mempertegas, “Mereka sama sekali bukan pengawal atau anak buah saya.”
Lalu siapa mereka? “Mereka orang-orang yang sama sekali tak saya kenal. Saya juga terkejut saat mereka datang langsung ke rumah saya pada Senin (8/7) sore lalu untuk menyerahkan Riki dan Fadil dalam kondisi babak belur. Menurut pelaku, salah satu anak muda itu kedapatan sedang berdua-duaan di pantai bersama istri saya. Tapi saya tidak percaya,” sergah Juragan.
Pria jangkung ini mengaku tidak curiga sedikit pun pada Maya yang dekat dengan Riki dan Fadil, karena pertemuan antara Riki dengan istrinya di Pantai Indah Naga Permai di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir hari itu, justru saat Maya sedang bersama anggota keluarganya yang lain.
“Jadi saya juga heran, mengapa nama saya dibawa-bawa oleh pelaku. Mereka yang terlibat dalam kasus ini bukanlah pengawal saya, melainkan orang biasa dan merupakan warga asli Nagan Raya,” imbuhnya.
Juragan mengaku, ia sama sekali tidak terlibat dalam perkara ini dan tak pernah menyuruh siapa pun untuk melakukan tindakan seperti itu terhadap Riki dan Fadil yang merupakan teman satu SMP istrinya.
Juragan menolak aksi premanisme dan main hakim sendiri, apalagi jika benar salah satu pelakunya adalah kepala desa.
Sempat minta uang
Politisi Partai Aceh ini menambahkan, pelaku yang membawa Riki dan Fadil ke rumahnya dalam kondisi babak belur  juga sempat meminta sejumlah uang kepadanya, karena menurut pelaku, mereka sukses menangkap kedua pemuda ini karena seorang di antaranya diklaim pelaku terlibat affair dengan istrinya.

Namun, permintaan uang tebusan itu tidak dia tanggapi, karena ia merasa perbuatan yang dilakukan para pelaku adalah keliru dan sama sekali tidak dibenarkan secara hukum. “Lagi pula, rumah tangga saya baik-baik saja kok,” ujarnya.
Pada malam kejadian, kata Juragan, antara pihaknya dan keluarga korban juga sudah melakukan perdamaian dengan harapan persoalan ini tidak melebar ke mana-mana. Sudah ada surat perdamaian yang disaksikan oleh para keluarga korban dan aparat desa. Salah satu aparat desa itu adalah Abdullah Basyah yang menurut polisi justru merupakan salah satu tersangka yang menganiaya Riki dan Fadil.(edi)
kronologi kejadian
* Senin (8/7), sekelompok pria datang ke rumah Samsuardi alias Juragan di Nagan Raya dengan membawa dua pemuda, yakni Riki dan Fadil
* Saat tiba, kondisi Riki dan Fadil sudah babak belur
* Para pelaku menyatakan kepada Juragan bahwa Riki ditemukan sedang berdua-duaan dengan Maya, istri Juragan, di sebuah kafe pantai Kuala Bubon, Aceh Barat
* Pelaku meminta sejumlah uang kepada Juragan, tapi Juragan tak memberinya, karena ia yakin istrinya tak berbuat serong
* Malamnya dibuat perjanjian tertulis bahwa kasus itu diselesaikan secara damai
* Jumat (12/7) sore, aparat Polres Nagan Raya menangkap Keuchik Keushik Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Abdullah Basyah di Jeuram, karena diduga ikut menyiksa Riki dan Fadil.

0 comments:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer